Kabar Kalteng

Sahli Yuas Elko Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya di Tengah Arus Globalisasi

yl
Sahli Yuas Elko Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya di Tengah Arus Globalisasi

Hai Kalteng - Palangka Raya - Staf Ahli Gubernur (Sahli) Yuas Elko menegaskan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi yang terus berkembang, menjaga serta melestarikan budaya daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, agar nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pagelaran Sendratari Tahun 2026 Nansarunai Usak Jawa “Wusi Tungkau Nansarunai” yang digelar di Panggung Terbuka UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Jumat (1/5/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, anggota DPR RI Komisi XIII Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah Bias Layar, serta Kepala UPT Taman Budaya Kalteng Wildae Desyanthy Binti. Yuas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para seniman, penari, penata musik, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga acara dapat terselenggara dengan baik.

(Baca Juga : Kementerian Kesehatan RI bersama Dinkes Prov. Kalteng Gelar Workshop TC Enumerator SKI di Tingkat Prov. Kalteng Tahun 2023)

Sahli Yuas Elko Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya di Tengah Arus Globalisasi

Ia menuturkan, Sendratari Nansarunai Usak Jawa “Wusi Tungkau Nansarunai” merupakan salah satu bentuk kekayaan budaya yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga sarat akan nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal. “Kisah Nansarunai mengingatkan kita pada perjalanan panjang sejarah, tentang kejayaan, perjuangan, serta semangat pantang menyerah yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yuas menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan dukungan terhadap pengembangan dan pelestarian seni budaya, baik melalui pembinaan, fasilitasi, maupun penyelenggaraan berbagai kegiatan seperti yang dilaksanakan saat ini. Ia juga berharap generasi muda tidak melupakan akar budayanya. “Jadikan seni tradisional sebagai sumber inspirasi dan identitas diri, sehingga kita tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa yang kaya akan budaya,” harapnya.

Melalui pementasan ini, lanjutnya, masyarakat tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga turut menjaga dan melestarikan warisan leluhur yang sangat berharga. “Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin dalam rangka memperkuat serta mempromosikan budaya daerah, sekaligus menjadi pemantik lahirnya karya-karya inovatif lainnya,” pungkasnya. (Sumber : Diskominfo Kalteng)